MEREKA ORANG-ORANG MULABBIS

Syubhat:Ustadz, Antum itu dibilang mulabbis sama ‘Abdul ‘Alîm, Shiddîq dan teman-temannya yang sealiran Salafiyyûn Tsâbitûn. Sanggahan:Justru merekalah orang-orang mulabbis, mereka membuat pengaburan terhadap hakekat kekafiran, mereka berani menamai pelaku syirk akbar sebagai Muslim. Kalau penamaan ini mereka tidak menganggapnya sebagai talbîs maka menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang bodoh sebagaimana yang dikatakan oleh Al-‘Allâmah Ibnul ‘Utsaimîn Rahimahullâh: تسمية هذا الرجل الذي …

TANGGAPAN RINGAN SEORANG MUSLIMTERHADAP KOMENTAR ‘ABDUL ‘ALÎM

Apa yang dikatakan oleh ‘Abdul ‘Alîm sendiri itu menghujati dirinya dan mereka yang bersamanya. Menurut mereka kita orang-orang mumayyi’, kenapa mumayyi’ karena tidak menghizbikan. Di antara mereka menghizbikan Abû Hâzim dan yang tidak hizbikan mereka sebut mumayyi’, Syaikh mereka ‘Abdullâh Al-Iryânî dimumayyi’kan karena tidak sepakati mereka. Tapi beranikah mereka akan memuyyi’kan syaikh mereka yang lain karena tidak sepakati mereka dalam …

KARAKTERISTIK SALAFIYYÛN TSÂBITÛN

Pertanyaan:Salafiyyûn Tsâbitûn (orang-orang salafî kokoh) terus membicarakanmu, bahwa kamu adalah mumayyi’ mubtadi’ (orang lembek lagi pembuat bid’ah), karena kamu mengambil faîdah dari pembimbingmu Asy-Syaikh Doktor ‘Abdullâh Al-Jarbû’, mereka berkata tentangnya: “Dia bukan di atas kelurusan, dia mati-matian membela dan memuji pengikut Sayyid Quthb yaitu Ibnu Jibrîn. Dahulu mereka bergembira dengan kematian Al-‘Allâmah Ibnu Jibrîn sebagaimana mereka bergembira dengan kematian Ustâdz …

TUJUH PULUH DUA GOLONGAN DI DALAM NERAKA, MEREKA MASIH BERAGAMA ISLÂM

Pertanyaan:Ustâdz izin bertanya, makna 72 golongan di dalam Neraka. Apakah golongan tersebut akan disiksa di Neraka kemudian baru masuk Surga atau golongan tersebut di bawah kehendak Allâh, bisa diadzab, bahkan bisa diampuni tanpa diadzab?. Jawaban:Tujuh puluh dua golongan yang disebutkan oleh Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam adalah kelompok-kelompok yang masih beragama Islâm, mereka adalah ahlul bid’ah, mereka bukan orang-orang murtad, …

KEUTAMAAN KEMBALI KEPADA AGAMA ISLÂM

Pertanyaan:Pak Ustâdz, saya sebelum nikâh beragama Islâm namun setelah nikâh saya ikut suami beragama hindu selama 20 tahun lebih, sekarang saya ingin kembali ke agama Islâm, namun saya bingung caranya. Apakah saya masih bisa kembali ke agama Islâm lagi pak Ustâdz?. Tolong pak Ustâdz, apa yang harus saya lakukan?. Jawaban:Alhamdulillâh kami senang dan bersuka cita atas kembalinya Anda ke dalam …

KEWÂJIBAN MENGQADHÂ PUASA RAMADHÂN SEBELUM DATANG RAMADHÂN BERIKUTNYA

Pertanyaan:Pak ustâdz saya mau bertanya barangkali tidak mengganggu waktu bapak. Bagaimana seharusnya saya yang punya hutang puasa tiga tahun lalu karena nifâs, dan sampai sekarang belum dibayar. Apakah cukup dengan qadhâ puasa atau bersama dengan fidyah juga?. Jawaban:Bagi wanita yang memiliki udzur seperti nifâs atau hâid hingga tidak berpuasa pada bulan Ramadhân maka wâjib baginya mengqadhâ puasanya pada hari-hari di …

HANYA KEPADA ALLÂH KITA MEMOHON

Pertanyaan:Ada salah satu ikhwân bertabayyun (mencari kejelasan), apakah benar Ustâdz Al-Khidhir memiliki yayasan dalam membangun pondok pesantrennya, karena memang ada tahdzîran-tahdzîran ke Ustâdz pada masalah ini dari sejak memulai bangun pesantren hingga saat ini?. Jawaban:Orang-orang yang menyebarkan berita-berita dengan maksud untuk menjelekkan kita, yang di antaranya bahwa kita memiliki yayasan sehingga kita dapat membangun Pondok Pesantren Majaalis ini maka sungguh …

PERSELISIHAN PARA NABÎ

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, ana dapat pernyataan dari seseorang bahwa adiknya Ustâdz sendiri menyelisihi Ustâdz sewaktu di Dammâj, apakah ini benar? Dan apakah memang benar bahwa Ustâdz punya adik?. Jawaban:Jangankan kita sebagai pengikut para Nabî Shallallâhu ‘Alaihim wa Sallam, di antara dari para Nabî juga ada yang menyelisihi yang lainnya. Hârûn pernah menyelisihi Mûsâ Shallallâhu ‘Alaihimâ wa Sallam pada suatu perkara hingga …

UJI KELAYAKAN TEMPAT LAJNAH FALAKIYAH Al-HUSINIYAH CAKUNG DALAM MELIHAT HILÂL

Pertanyaan:Ustâdz, ada berita menyebutkan kalau Lajnah Falakiyyah Cakung telah melihat hilâl tadi sore, apakah besok di Pondok Ustâdz ada shalat ‘Îdul Fithri?. Jawaban:Untuk berita dari Lajnah Cakung yang disebutkan itu masih diragukan kebenarannya, karena setiap tahun selalu berhasil melihat hilâl, dan tahun lalu para pengamat hilâl dari tokoh-tokoh Nahdhiyyîn sendiri membantah hasil ru’yah Lajnah Cakung itu, di antara mereka katakan …

SHALAT KUSÛF BERDASARKAN MELIHAT HILÂL SEBAGAIMANA SHALAT ‘ÎDAIN

Pertanyaan:Kalau di Barat tidak terlihat gerhana (yakni tidak terjadi gerhana) dan yang terlihat hanya di Timur, apakah mengharuskan yang di Barat untuk ikut shalat gerhana?. Jawaban:Tentu tidak, karena yang menjadi patokan untuk shalat kusûf adalah melihat kepada gerhana, baik melihatnya dengan mata telanjang atau dengan alat modern. Demikian pula yang menjadi patokan untuk memulai dan mengakhiri puasa Ramadhân adalah dengan …