Pertanyaan : Wahai Ustâdz semoga Allâh melimpahkan kebaikan Anda. Apa yang Anda katakan terhadap Syaikhmu Abû Bilâl seorang pakar Nahwu yang berkata: “Kita memiliki berbagai kaidah yang akan kita jalani di atasnya, harus (dalam mengkâfirkan) memenuhi syarat-syarat dan menghilangkan pencegah-pencegah, bahwasanya tidak setiap orang terjatuh ke dalam kesirikan maka dia adalah musyrik dan tidak setiap orang yang terjatuh ke dalam …
Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana menanggapi pernyataan sebagian manusia yang menetapkan bahwa orang-orang yang mengkâfir-kâfirkan adalah khawârij atau takfîriyyûn?. Jawaban:Itu di antara upaya kaum murji’ah masa kini dalam menutupi hakekat mereka, dari 30 tahun yang lalu mereka teriak-teriak khawârij atas orang-orang yang mengkâfirkan, dengan tanpa mau tahu atau pura-pura tidak mau tahu atau bersengaja menutupi sebab-sebab pengkafiran. Padahal sangat jelas para ‘ulamâ telah …
Pertanyaan:Semoga kita semua dalam lindungan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. Ada sedikit pertanyaan yang menjanggal dalam hati saya yang awam ini. Pertanyaannya begini: ‘Aqîdah syarî’at seperti apa nanti yang akan dibawa oleh Imâm Mahdî?. apakah beliau juga akan tahlîlan kematian, maulîd Nabî dan lain-lain, sebagaimana berlaku di zaman sekarang ini?. Apabila Imâm Mahdî tidak melakukan yang tersebut di atas, jangan-jangan semua …
Pertanyaan:“Dia menyamakan ancaman kesyirikan seperti ancaman pada dosa besar, bisa Allâh laksanakan ancamannya bisa tidak.” Tanggapannya Ustâdz?. Jawaban:Bagi pelaku syirik adalah terhapus amalan-amalannya, di saat dia melakukan kesyirikan maka seketika itu amalan-amalannya terhapus. Apabila dia mati dalam keadaan tidak bertaubat maka ancamannya dia kekal di dalam Neraka selama-lamanya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: إِنَّ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِینَ …
Pertanyaan:Di antara yang diucapkan Abû Fairûz: “Allah Ta’âlâ tidak mengatakan engkau langsung kâfir apabila engkau berbuat syirik, akan tetapi mengatakan amalanmu gugur, dan ini adalah ancaman, terkadang Allâh melaksanakan terkadang Allâh tidak melaksanakan. Thayyib, jadi ini bukan menjadi ta’yîn. Assalâmu’alaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh, wahai Syaikh, apakah benar apa yang telah dia ucapkan?. Jawaban:Wa’alaikumussalâm Warahmatullâhi Wabarakâtuh.Orang yang mengatakan dengan menafsîran ini, dia …
Pertanyaan:Ustâdz, ijin bertanya dengan dua pertanyaan saja:1). Benarkah bahwa pengkafiran ta’yîn (orang tertentu) harus orang yang dijuluki syaikh atau yang di’ulamâkan, kalau bukan yang di’ulamâkan maka ikuti saja yang di’ulamâkan, kalau tidak maka jadi takfîrî.2). Sudah pantaskah bagi kita memvonis hizbiyyûn atas suatu kelompok yang tidak mengkâfirkan orang berkedudukan yang nyata-nyata telah jatuh ke dalam kekafiran seperti mengolok-olok Al-Qur’ãn atau …
Pertanyaan:Ustâdz kenal Al-Ustâdz Abû Mas’ûd Lamongan Rahimahullâh yang tadi wafat pagi?. Jawaban:Beliau salah seorang guru kita, Rahimanâ Warahimahullâh rahmatan wâsi’ah. Beliau telah meninggalkan kebaikan dan manfaat untuk kita berupa bimbingan dan pengajaran kitâb, di antara yang beliau bimbingkan dan ajarkan yang kita ikuti di majlis beliau di Masjid ‘Umar Ibnil Khaththâb Sugihan Lamongan adalah kitâb “Tanbîh Ulil Albâb” kemudian kitáb …
Santri:Ustâdz, tadi shalat berjamâ’ah tanpa iqâmah?. Ustâdz:Tadi kita mengira sudah iqâmah, karena semua sudah pada rapat di shaf, makanya kita langsung takbîratul ihrâm. Santri:Tadi belum iqâmah karena masjid di kampung sebelah masih adzân, suaranya besar sekali, biasanya Ustâdz suruh iqâmah kalau masjid sekitar sudah tidak ada lagi adzân. Ustâdz:Biasanya demikian, hanya saja tadi kurang fokus dengan keadaan, mungkin karena masih …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, ana mau tanya:Kapan sebuah mahar itu diberikan?. Apakah sebelum akad nikah atau sesudah akad nikah?. Apa boleh di waktu keduanya?. Jawaban:Pada asalnya mahar diberikan saat akad nikâh, namun apabila memberikannya sebelum atau sesudahnya maka tidak mengapa. Ummu Sulaim menjadikan mahar yang harus diberikan oleh Abû Thalhah kepadanya adalah memeluk Islâm, dan Abû Thalhah mewujudkannya sebelum akad nikâh. Demikian …
Pertanyaan:Ustâdz, apa tanggapan kita atas seorang pembela manhâj murji’ah, dia mengungkapkan bahwa ada sebagian Jamâ’ah kita bermanhâj takfïrî, belajar kitâb-kitâb sendiri dan bersama syaithân. Dia mentahdzîr mereka dan memerintahkan untuk menjauhi mereka karena sesat menyesatkan katanya. Jawaban:Itu hanyalah upaya pengalihan dari perkara yang sedang ramai dibicarakan, bisa jadi itu hanya kekhawatirannya karena akan semakin tersingkap paham murji’ah di kelompoknya. Kalau …