Pertanyaan:Ustādz, apakah bisa dibenarkan perkataan Bapak Pendiri Muhammadiyah Kyai Ahmad Dahlan berikut ini?:“Perhatikan alam dan bangsamu, jika di suatu bangsa yang beriman, mereka mengaku sebagai pemimpin yang baik namun jika terjadi kerusakan akibat bencana alam yang berturut-turut maka itu pertanda rusak pemimpinmu, jika rusak pemimpinmu maka rusaklah tatanan masyarakatmu, mereka saling memfitnah, saling menghujat, saling mencela tak bisa terhindarkan, di …
Di saat semakin bermunculan berbagai fitnah, pembicaraan dan bahkan celaan ataupun cercaan terhadap kita maka sabar dan shalat adalah penghibur bagi kita. Ini pesan untuk kita, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: وَٱسۡتَعِینُوا۟ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ “Minta tolonglah kalian dengan bersabar dan shalat.” [Surat Al-Baqarah: 45]. Mengingatkan kita dengan perkataan Ummul Mu’minîn Ash-Shiddîqah Radhiyallâhu ‘Anhâ: فَوَاللَّهِ لاَ أَجِدُ لِي وَلَكُمْ مَثَلاً إِلاَّ …
Pertanyaan:Ada poster-poster dakwah tertulis nama Ustādz Abū Ahmad Al Khidhir Rahimahullāh, memang boleh orang hidup didoakan Rahimahullāh?. Jawaban:Doa rahmat sama dengan doa ampunan tidak menjadi kekhususan bagi orang Muslim yang telah wafat namun umum bagi semua orang-orang Muslim, yang masih hidup ataupun yang sudah wafat, Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam apabila menyolati jenazah orang Muslim maka beliau mendoakannya dan mengikutsertakan …
Kemarin berkumpul remaja-remaja ditemani oleh orang tua mereka di rumah pembimbing mereka, dari sekian banyak remaja hanya satu orang yang sangat dikagumi oleh orang-orang yang hadir, karena dia berbakti kepada ibunya, setelah ayahnya wafat dia menjadi tulang punggung keluarga, dia setiap hari bekerja keras supaya menafkahi ibu dan saudara-saudarinya. Melihat banyaknya pujian dan rasa kagum yang diperdengarkan kepadanya, membuat Al …
Sudah biasa dari zaman dahulu kalau kajian kitab itu dihadiri oleh sedikit orang, kadang awalnya banyak namun setiap hari akan berkurang hingga beberapa orang saja yang mengikuti sampai selesai kitab. Jangankan kajian kitab yang mustahab, yang wajib seperti mengikuti khutbah Jum’at saja pernah hanya dua belas orang saja yang bertahan ikuti, selain mereka pada pergi semua menyambut qāfilah (rombongan pedagang) …
Pertanyaan:Mana yang lebih utama menyendiri atau tetap sabar dengan lingkungan yang banyak fitnahnya? Jazâkallâhu khairan wa Bârakallâhu fîk. Jawaban:Orang yang bersabar di lingkungan yang banyak fitnah dan banyak kerusakan itu lebih utama daripada dia menyendiri, berkata Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺨَﺎﻟِﻂُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻭﻳَﺼْﺒِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺫَﺍﻫُﻢْ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﻳُﺨَﺎﻟِﻂُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ، ﻭَﻻَ َﻳَﺼْﺒِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺫَﺍﻫُﻢْ “Orang beriman …
Dua perangai mulia bagi seorang mukmin:◽️ Jika dia memperoleh kesenangan maka dia bersyukur.◽️ Jika dia mendapatkan kesusahan maka dia bersabar.Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ “Luar biasa pada perkara seorang mukmin, sungguh seluruh perkaranya …
Tiga kalimat intisari hidup bermasyarakat: 1) Senantiasa bertakwa kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. 2) Menutup lembaran lama yang jelek dan membuka lembaran baru yang baik. 3). Tetap bergaul bersama manusia dengan akhlak yang mulia. Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحسنةَ تَمْحُهَا، وخَالقِ النَّاسَ بخُلُقٍ حَسَنٍ “Bertakwalah kamu kepada Allâh di mana saja kamu …
Pertanyaan:Ustadz bagaimana menurut Ustadz ketika ada dari ikhwah merasa malu untuk datang belajar di Kemang Pratama dengan dalih dia tidak memiliki sesuatu untuk bisa dia hadiahkan atau berikan kepada Ustadz? Mohon nasehatnya!. Jawaban: بسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد: Falhamdulillah proses belajar mengajar dan taklim di sini terbuka untuk umum, siapa saja yang berkeinginan untuk hadir …
Pertanyaan:Ustâdz ziarah macam mana yang hendak dilakukan bila kita ingin berziarah ke sesama?. Jawaban:Saling menziarahi merupakan salah satu amalan terpuji dan termasuk amalan mulia, oleh karena itu hendaklah dilakukan karena Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ, bukan karena kepentingan, bukan karena siasat, bukan karena mencari pendukung dan merangkul sana sini, dan bukan pula untuk kagum dan berbangga-bangga diri karena bisa ziarah sana …