MUJÂHIDÎN FÎ SABÎLILLÂH ADALAH WALI-WALI ALLÂH

Pertanyaan:‘Afwân, izin bertanya Ustâdz Abû Ahmad Muhammad Al-Khidhir Hafidzahullâh. Apa bisa dikatakan para mujâhidîn fî Sabîlillâh itu para Auliyâ’ullâh Ustâdz? Atau bahkan lebih tinggi penamaannya dari para Waliyullâh?. Jawaban:Mujâhidîn fî Sabîlillâh (orang-orang yang berperang di jalan Allâh), mereka termasuk Auliyâ’ullâh (wali-wali Allâh), dan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ yang menyebut mereka sebagai orang-orang yang memerangi Auliya’usy Syaithân: ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ یُقَـٰتِلُونَ فِی …

HUKUM MEMBUKA DONASI DAN MEMINTA-MINTA

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, adakah Ustâdz pernah membahas soal buka donasi? Ada yang menjanggal di hati Ana dan ini sudah lama sekali, soal buka donasi ini, kendatipun itu untuk kemaslahatan umat Islâm dan dakwah Islâm, ini dikatakan oleh sebagian alumni Yaman bahwa orang yang menggalang dana itu tidak benar tauhîdnya karena meminta kepada selain Allâh. Dan dulu Al-Ustâdz Ja’far Shâlih ditahdzir gara-gara …

TINJAUAN TERHADAP METODE TAHDZIR TANPA MENYEBUTKAN NAMA

Pertanyaan:Mau nanya perihal dâ’î-dâ’î murji’ah yang ditanyakan ke Al-Ustâdz Fadhil Alaydrus, beliau bilang tidak perlu nama-nama itu, terlalu banyaklah kalau disebut.Apa dibetulkan ucapan begitu?. Jawaban:Apa yang beliau katakan adalah kebenaran, dan tokoh-tokoh murji’ah akan nampak sendiri di saat pemikiran-pemikiran mereka dibantah. Alhamdulillâh sudah terbukti, saat beliau berbicara tanpa menyebut nama, tiba-tiba muncul di antara mereka membantah, hingga semakin nampak hakekat …

HUKUM BERTAWASSUL DENGAN KEDUDUKAN ORANG SHÂLIH YANG TELAH WAFAT

Pertanyaan:Maaf Ustâdz, mau tanya bagaimana hukum berdoa dengan kata-kata seperti di bawah ini: “Yâ Allâh dengan kemulian hamba-Mu yang shâlih Asy-Syaikh ‘Abdul Qâdir Al-Jailânî aku memohon kepada-Mu, mudahkanlah segala urusanku.”Apakah doa seperti itu syirik atau hanya bid’ah saja?.Mohon penjelasannya Ustâdz. dengarkan jawabannya di channel telegram: ⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8426

TETAP BERBAKTI KEPADA ORANG TUA MESKIPUN MUSYRIK

Pertanyaan:Ucapan Abû Fairûz dari hasil konsultasinya dengan Syaikh Al-Hajûrî dan syaikh-syaikh Yaman lainnya soal al-‘udzru bil jahli bahwa kalau ditiadakan bisa-bisa kâfirkan orang tua sendiri. Bagaimana menanggapi syubhatnya ini Ustâdz?. Jawaban:Itu menunjukkan kekokohan mereka di atas manhaj dan ‘aqîdah pendahulu mereka Dâwud bin Jirjîs Al-‘Irâqî, para pendahulu yang shâlih tidaklah berkeyakinan dengan keyakinan semacam keyakinan aliran Salafiyyûn Tsâbitûn itu, karena …

SANGGAHAN ATAS PENDALILAN IBNU SOEKOJO

Pertanyaan:Ibnu Soekojo tidak ketinggalan memberi udzur pelaku kesyirikan berdalîl dengan ayat: ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا “Wahai Rabb kami janganlah Engkau menyiksa kami jika kami lupa atau kami salah.” Jawaban:Orang kalau sudah keterlaluan kepintarannya seperti itu jadinya, Hasbunallâhu Wani’mal Wakîl. Al-Imâm Ath-Thabarî meriwayatkan di dalam “Tafsîr”nya dari Qatâdah tentang perkataan Allâh tersebut, beliau katakan: بلغني أن النبي صلى …

HUKUM MEMILIH CHILD FREE

Pertanyaan:Ustâdz mau bertanya: Kalau seseorang memilih child free, apakah tidak melanggar syari’at Islâm?. Saya berencana melakukannya jika di usia 35 tahun masih belum menikah atau mempunyai anak, menurut saya itu sudah terlambat untuk mempunyai anak karena sudah terlalu tua dan lebih sempit dalam mengurus anak terutama berkaitan dengan biaya hidup. Terima kasih. Jawaban: Dengarkan di channel telegram berikut: ⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8375

HADÎTS DHA’ÎF SEPUTAR BEROBAT DENGAN AIR HUJAN

Pertanyaan:Apakah shahîh Ustâdz hadîts ini? Diriwayatkan bahwa Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam besabda: “Jibrîl telah mengajariku satu obat, dimana dengannya aku tidak perlu lagi pada obat lain dan dokter.Kemudian Abû Bakr, ‘Umar, ‘Utsmân, dan ‘Alî Radhiyallâhu ‘Anhum bertanya: Apakah obat itu wahai Rasûlullâh? kami membutuhkannya. Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Ambillah air hujan, lalu bacakan padanya surat Al-Fâtihah, Al-Ikhlâsh, …

DARAH ORANG MUSLIM YANG DIANGGAP TIDAK BERNILAI

Pertanyaan:Pertanyaan ana ke Ustâdz yang sudah cukup lama soal pernyataan seorang ustâdz nyunnah yang bernama Riyâdh Bajrî seputar umat Muslim yang demo: “Diperintahkan bubar tiga kali tapi masih tidak mau, tumpahin darahnya, tumpahin darahnya, tumpahin darahnya biar cepat. khawârij kok, bughât. Lumayan mengurangi kepadatan penduduk di Jakarta.”Itu katanya sambil mengoyangkan badannya hingga membuat para jamâ’ah nyunnahnya tertawa asyik mendengarkannya. Jawaban:Subhânallâh, …