ORANG MUSLIM YANG MATI SYAHÎD

Pertanyaan:Ustâdz, kalau orang mati dijajah apakah dia mati syahîd?. Jawaban:Kalau dia adalah Muslim maka syahîd Insyâ Allâh. Orang-orang Muslim yang dijajah tentu berbeda-beda keadaan mereka, kalau keberadaan mereka seperti saudara-saudari kita di Palestina sekarang maka menjadi keharusan bagi mereka untuk membela diri, dan itu termasuk dari jihâd syar’î. Dan tidak hanya membela diri mereka namun membela harta atau yang mereka …

IMÂM AL-MAHDÎ DALAM PENANTIAN

Pertanyaan:Apa benar Imâm Mahdî akan muncul kalau Palestina sudah merdeka?. Jawaban:Tidak ada dalîl yang menyebutkan demikian. Yang jelasnya beliau pasti akan muncul, sebelum dan saat kemunculannya itu sebagai ujian besar bagi umat. Sebelum kemunculannya akan bermunculan Mahdiyyûn, yaitu orang-orang yang mengaku sebagai Imâm Mahdî atau orang-orang yang dipaksakan untuk diakui sebagai Imâm Mahdî, sebagaimana yang pernah diperbuat oleh Juhaimân yang …

AHLUSSUNNAH TIDAK BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA AHLUBID’AH

Tatkala Asy-Syâfi’î Rahimahullâh sakit, maka masuklah Hafsh Al-Fardi untuk menjenguknya, lalu Asy-Syâfi’î berkata kepadanya: “Siapa kamu?.” Dia menjawab: “Saya adalah Hafsh Al-Fardi.” Asy-Syâfi’î berkata kepadanya: “Semoga Allâh tidak menjagamu dan tidak memperhatikanmu sampai kamu bertaubat dari apa yang kamu berada padanya.” Jangan gagal paham bila ‘âlim besar semisal Al-Imâm Asy-Syâfi’î Radhiyallâhu ‘Anhu wa Rahimah bersikap keras terhadap seorang ahli bid’ah …

BELAJAR HADÎTS SAMBIL BELAJAR FIQIH MADZHAB

Pertanyaan:Mohon nasehat dan bimbingannya Ustâdz, saat ini kami memiliki kecondongan mempelajari madzhab Hanâbilah secara bertahap dan tadarruj, dimulai dengan kami menuntaskan ‘Umdatul Fiqhi, dan sedang proses mempelajari Zâdul Mustaqni’, dan hal ini akan terus kami lanjutkan secara bertahap seperti setelah selesai dari Zád, naik ke Al-Muqni’ kemudian ke Al-Kâfî dan berakhir di Al-Mughnî.Bagaimana pandangan antum atas langkah kami ini?. Jawaban:Apa …

MENTAHDZIR KARENA ALASAN MEMUJI AHLI AHWÂ, BERANIKAH MENTAHDZÎR PANUTAN MEREKA?

Sudah kita sebutkan berkali-kali bahwa penerapan manhaj yang dilakukan oleh salafiyyûn tsâbitûn tidak akan pernah berakhir, mudah sekali saling menjuluki di antara mereka sebagai ahli ahwâ lantaran suatu perkara yang mereka perselisihkan. Demikian pula saling tahdzîr mentahdzîr di antara mereka lantaran perkara yang tidak sampai diributkan oleh para Salaf, semisal menyebut nama seseorang disertai gelar atau julukannya, menurut mereka ini …

HUKUM BUNUH DIRI

Pertanyaan:Jika seseorang menghabiskan umurnya dengan bunuh diri, dosa besar apa dosa kecil?. Jawaban:Bunuh diri termasuk dosa besar, jangankan bunuh diri di tempat aman, di tempat darurat seperti di medan perang saja teranggap dosa besar, Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm pernah berkata tentang seorang pemberani di saat berjihâd di medan perang: هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ “Dia termasuk dari penghuni neraka.”Sahl bin …

YANG BELUM SAMPAI HUJJAH, DIHUKUMI SESUAI ZHAHIRNYA DI DUNIA

Pertanyaan:‘Afwân Ustadz, mau tanya apa benar seseorang yang tinggal di pedalaman contohnya di hutan, seseorang jâhil, tidak tahu syari’at Islâm, apakah dia dikasih ‘udzur dan tidak kâfir karena dakwah belum sampai padanya?. Jawaban:Kalau nampak dia berbuat syirik maka dia dihukumi sebagai musyrik, Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ katakan: وَإِنۡ أَحَدࣱ مِّنَ ٱلۡمُشۡرِكِینَ ٱسۡتَجَارَكَ فَأَجِرۡهُ حَتَّىٰ یَسۡمَعَ كَلَـٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ أَبۡلِغۡهُ مَأۡمَنَهُۥۚ …

SYAIKH SALAFIYYÎN TSÂBITÎN MEMBUKTIKAN DIRI SEBAGAI SHAGHÎR MUBTADI’

Pertanyaan:Bagaimana menjawab penolakan yang dilakukan oleh seorang syaikh salafiyyîn tsâbitîn yang bernama Abû Fairûz atas pembagian ‘ulamâ kibâr, bahwasanya itu tidak ada dalîlnya?. Jawaban:Barangkali karena dia tahu dirinya termasuk dari ashâghir (masyâyikh kecil), ditambah lagi keadaannya sebagai mubtadi’ lagi ‘âdzir makanya dia menolak penamaan ‘ulamâ kibâr, Ath-Thabrânî di dalam “Al-Mu’jamul Kabîr” meriwayatkan dari Ibnu Mas’ûd Radhiyallâhu ‘Anhu: لا يَزَالُ النَّاسُ …

SALAFIYYÛN TSÂBITÛN BEDA SAMA HIZBIYYÛN

Penempatan istilah “tsâbit” saja mereka sudah keliru dan salah, bagaimana kemudian mengaku sebagai orang-orang tsâbit atau yang mereka tenarkan sebagai salafiyyûn tsâbitûn?! Kalau tsâbit (kokoh) di atas al-‘udzru bil jahli memang benar merekalah ahlinya, tapi kalau kokoh di atas ‘aqîdah shahîhah maka haihâta haihât.Kalau mereka beralasan kokoh sebagaimana Al-Imâm Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Rahimahullâh, maka ketahuilah perkara beliau ketika …