Pertanyaan:Apa benar bahwa penyebab teror dan bom bunuh diri itu karena pengkâfiran?. Jawaban:Itu di antara argumen yang digembar-gemborkan oleh orang-orang yang ketakutan dituduh teroris dan argumen dari orang-orang yang mencari keridhaan para tokoh pelaku kesyirikan besar.Sudah sering kita terangkan bahwa seorang Salafî yang mengkâfirkan bukan berarti dia serentak menghalalkan darah dan harta orang yang dia kâfirkan, bukan pula serentak menyerukan …
Pertanyaan:Irham Demak menyerang terus Ustâdz?. Jawaban:Itulah salah seorang yang jelek sikapnya terhadap kebenaran yang datang dari ‘Ulamâ Saudi seputar masalah murji’ah dan takfîr mu’ayyan. Orang semacam dia ingin cari keunggulan dalam menyuarakan pahamnya?!. Di matanya kalau orang sudah hizbî sudah berat diberi udzur, makanya di saat orang sekelompok dengan dia dianggap hizbî, diapun paling terdepan membela. Penghizbian harus mengikuti ketentuan …
Pertanyaan:Bagaimana tanggapan Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir terhadap Hanung yang ia bicarakan di grup Ghibah bahwa Abû Ahmad Khidhir seperti menjauhkan diri dari asâtidzah dan katanya menyendiri dan beberapa pembicaraannya yang lain atas Abû Ahmad Khidhir. Dan kawan grup Ghibahnya bilang juga bahwa jamâ’ah Ustâdz Abû Ahmad Khidhir bahas takfîrî berlebihan?. Jawaban:Itulah keadaan mereka yang bergrup-grup dan berkelompok-kelompok, saling bertentangan sikap dan …
Pertanyaan:Izin menyampaikan permasalahan tentang syubhat yang bunyinya: “Membid’ahkan saja sudah sangat besar, apalagi sampai mengkâfirkan, bersabda Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهِ أَحَدُهُمَا “Jika berkata seseorang kepada saudaranya: Wahai kâfir maka sungguh kembali salah satu dari keduanya kepadanya.”Yakni bisa benar dia kâfir atau yang mengkâfirkannya yang kâfir.Bagaimana menjawab syubhat tersebut?. Jawaban:Kalau yang …
Pertanyaan:Izin bertanya, telah banyak berita beredar di sosial media terkait isu kampanye kaum LGBT di perhelatan piala dunia Qatar saat ini, bagaimana seharusnya sikap kita menyikapi gerakan tersebut agar supaya terhindar dari fitnah mereka?. Jawaban:Sikap kita dalam menyikapi gerakan kampanye LGBT adalah: 1) Senantiasa bersabar di atas ketaatan dan ketaqwaan, dengan ini Insyâ Allâh kita akan diselamatkan dari tipu daya …
Pertanyaan:Bagaimana kalau misalnya bola yang terdapat padanya Kalimat Tauhîd itu diperjual belikan tetapi bola yang terdapat padanya Kalimat Tauhîd sama sekali tidak ditendang-tendang?. Jawaban:Kalaupun seandainya itu tidak ditendang-tendang, apakah pantas Kalimat Tauhîd akan disejajarkan dengan selainnya?! Diikutkan ke dalam lingkaran bola tentu sangat memungkinkan kalimat itu akan berada di bagian terendah.Orang yang bertaqwâ tentu tidak akan membiarkan Kalimat Tauhîd itu …
Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana dengan penyebutan bahwa Ustâdz berlebih-lebihan pada masalah mengharamkan foto orang, padahal yang mutlak haramkan foto adalah hizbiyyûn yang terpapar murji’ah, kaku pada masalah yang ada khilâf ‘Ulamâ tanpa beri udzur tapi masalah orang sembah kuburan diberi udzur dan diyakini sebagai waliyul amri mereka. Padahal yang membolehkan foto sudah banyak ‘ulamâ Sunnah yang bolehkan, lagian Imâm An-Najdî juga bolehkan …
Pertanyaan:Bagaimana menanggapi sebagian pendapat dari ‘Ulamâ’ yang mengatakan adanya al-udzur bil jahl (memberi udzur karena bodoh) dan bahwasanya itu adalah khilâf di antara para ‘Ulamâ?. Jawaban:Perkataan ‘Ulamâ terhadap adanya al-‘udzru bil jahli pada pelaku kesyirikan itu berkaitan dengan orang jâhil yang belum sampai hujjah padanya, dia hidup di tempat terpencil yang tidak terjangkau oleh dakwah sama sekali. Kalau yang kaitannya …
Pertanyaan:Ustâdz, mengingat hak Allâh di atas segala-galanya, dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada ‘Ulamâ, saya izin bertanya tentang seorang ‘Ulamâ yang bernama Syaikh Prof. DR. Rabî’ Al-Madkhâlî yang dibantah oleh sebagian ‘Ulamâ soal pemikiran dan paham murji’ah. Tapi ada pengalihan dari para dâ’î yang fanatik kepadanya, bahwa yang membantahnya karena iri, dengki dan benci. Sebab dia banyak bantah Ahlul Bid’ah, …
Pertanyaan:Ustâdz, izin bertanya: Kenapa tidak didapati gambar Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam?. Bukankah dari zaman sebelum beliau sudah ada para penggambar, pengukir dan pemahat?. Jawaban:Tidak adanya gambar Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam karena beliau sangat banyak memperingatkan dari fitnah gambar makhluk bernyawa dan akibat dari membuatnya, bahwasanya itu merupakan penyerupaan dengan perbuatan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ dalam masalah penciptaan. …