Pertanyaan:Ustâdz, mau nanya: Air di dalam buah kelengkeng itu najis yâ?. Jawaban:Air di dalam buah kelengkeng tidaklah najis, kalaupun sudah busuk maka kemungkinan bisa memabukkan, namun tidaklah itu dikatakan najis, hanya dikatakan harâm kalau itu memabukkan, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ “Setiap yang memabukkan adalah harâm.” Muttafaqun ‘Alaih. Minuman yang memabukkan adalah harâm dan tidaklah najis, …
Pertanyaan:Saya ingin bertanya pak Ustâdz, pada surat Yâsîn ayat 52: “Mereka berkata: “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (di dalam kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allâh) Yang Maha Pengasih dan benarlah Rasûl-rasûl(-Nya).Pertanyaannya dari ayat tersebut, orang kâfir menyadari hari yang dijanjikan di padang mahsyar. Apakah orang kâfir tidak menyadari saat di alam kubur. Terima kasih. Jawaban:Orang-orang kâfir …
Pertanyaan : Ustâdz, apakah benar keyakinan anak-anak sosmed yang bilang Baitul Maqdis ada di Jawa dan orang-orang Jawa adalah warga Baitul Maqdis?. Jawaban:Orang kalau mempelajari ilmu agama tanpa bimbingan guru akan lebih banyak salahnya dan akan mudah terjerumus ke keyakinan sesat dan menyimpang, semoga Allâh menyelamatkan putera-puteri kita dari keyakinan-keyakinan menyimpang.Tanpa diragukan lagi oleh para Salaf bahwa Baitul Maqdis berada …
Pertanyaan:Bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang meninggalkan shalat dan orang-orang yang biasa melakukan kesyirikan?. Jawaban:Kalau mereka menebar kebencian dan memusuhi maka kita berlepas diri dari mereka dan kita nampakkan sikap tegas kepada mereka. Adapun kalau mereka tidak membuat kebencian dan permusuhan maka kita berlaku baik kepada mereka, terlebih kalau mereka memiliki hubungan kekeluargaan dengan kita atau mereka para tetangga kita …
Pertanyaan:Di wilayah sekitaran kami, masing-masing masjid atau mushallâ mengadakan Jum’atan, padahal masjid dan mushallâ berdekatan. Bukankah lebih baiknya semua kumpul mengadakan Jum’atan di salah satu masjid besar sehingga jamâ’ahnya bisa terkumpul sampai 40 orang, supaya tidak ada lagi setelah itu melanjutkan shalat zhuhur karena keyakinan Jum’atan masing-masing tidak sah karena jamâ’ah kurang dari 40 orang?. Jawaban:Ini di antara salah satu …
Pertanyaan:Izin bertanya, saat ini saya mengalami luka lecet yang cukup besar di bagian lutut kanan saya. Pertanyaan saya, apakah boleh shalat tanpa menutupi bagian lutut saya tersebut sebab jika terkena kain akan terasa sakit. Mohon pencerahannya ustadz. Jawaban:Tidak apa-apa tanpa menutupi bagian lututmu karena uzur tersebut, dahulu sebagian Shahabat yang faqîr tidak tertutup lutut mereka atau bahkan sampai terlihat bagian …
Pertanyaan:Kenapa Ustâdz tidak berkeinginan membuat muassasah semisal yayasan dakwah?. Jawaban: Dakwah adalah ibadah, dakwah kita adalah dakwah Salafiyyah, kita tidak ingin terikat dengan berbagai aturan dalam beribadah dan dalam berdakwah, kita sudah mencukupkan dengan aturan agama kita yang telah sempurna, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: ٱلۡیَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِینَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَیۡكُمۡ نِعۡمَتِی وَرَضِیتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَـٰمَ دِینࣰا “Pada hari ini, Aku …
Pertanyaan : Ada yang mengatakan bahwa kalau ada orang yang masih shalat walaupun melakukan kesyirikan-kesyirikan tidak boleh dikâfirkan, tapi dihukumi munâfiq, karena Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berdoa: لاَ مَا صَلَّوْا “Jangan, selama mereka masih shalat.”Benarkah perkataan tersebut?. Jawaban:Tanpa ada keraguan lagi, bahwa apa yang dikatakan oleh Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam adalah kebenaran, hanya saja orang-orang yang berpemikiran murji’ah …
Pertanyaan:Ustâdz mohon bimbingannya, saya sebagai hamba Allâh yang biasa bikin dosa, saya berjihâd meninggalkan dosa-dosa tapi masih saja mengulangi, saya menangis dan selalu berucap istighfâr tapi sehabis itu saya lalai lalu bikin dosa lagi. Apakah betul saya pendusta dalam bertaubat? Apakah betul saya ini istighfârnya tidak diterima karena hanya dibibir saja? Mohon Ustâdz bimbingannya, terima kasih Ustâdz, Ustâdz minta tolong …
Pertanyaan:Ustâdz, saya ingin nanya, apakah semua umat Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pasti masuk Surga dikarenakan mendapatkan syafa’at dari Nabî?. Jawaban:Umat Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam terbagi-bagi, sebagian mereka masuk Surga dan sebagian mereka masuk Neraka. Mereka yang masuk Surga adalah orang-orang yang mentaati beliau dan mereka yang masuk Neraka adalah orang-orang yang tidak mentaati beliau, berkata Al-Bukhârî di …