Pertanyaan:Apakah benar Imam Syafi’i mengatakan: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memiliki tempat.”?. Jawaban:Selama ini kita tidak dapatkan satu pun kitab Al Imam Asy Syafi’i, tidak kitab murid-muridnya dan tidak pula kita imam-imam yang diakui bermadzhab Asy Syafi’iyyah meriwayatkan perkataan sesuai lafazh tersebut. Ada penukilan menyebutkan bahwa perkataan semisal itu dinukilkan oleh Al Qusyairi di dalam Ar Risalah dan Lathaif …
Pertanyaan:Kalau nikah, yang baik umur berapa Ustâdz? Jawaban:Nikah yang baik itu bukan dilihat pada umur tertentu, namun dilihat pada kemampuan, jika seseorang sudah merasa mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، لأَنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Barangsiapa di antara kalian sudah mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah, karena …
Pertanyaan:Mau nanya tentang materi yang berkaitan dengan khutbah Jum’at tadi, mana yang utama: Kualitas amalan ataukah kuantitasnya?. Jawaban:Yang paling utama dari berbagai amalan adalah yang kontinyu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: أَحَبُّ الأعمالِ إلى اللهِ أدْومُها و إن قَلَّ “Amalan-amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling kontinyu meskipun sedikit.”Seperti infak dan sedekah yang kita sebutkan pada khutbah, …
Pertanyaan:Apabila kita datang ke masjid hendak shalat berjama’ah tetapi kita mendapati imam sudah duduk tahiyat awwal, manakah yang lebih baik dan sesuai syariat: Kita langsung ikut duduk tahiyat atau menunggu sampai imam dan jama’ah berdiri?. Jawaban:Wajib bagi kita untuk takbiratul ihram terlebih dahulu, karena ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha telah katakan: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَفْتِحُ الصَّلاَةَ بِالتَّكْبِيرِ “Keberadaan …
Pertanyaan:Ustadz Ana mau tanya, apa hukumnya seorang wanita sudah berbadan-badan, padahal wanita tersebut belum sah untuk digauli, kapan wanita tersebut bisa dinikahi, apa sebelum anak lahir ataukah sesudah anak tersebut lahir? Dan bagaimana status anak dalam keluarga tersebut. Jazakallah khairan. Jawaban:Wanita tersebut boleh dan sah dinikahi ketika ia sudah melahirkan bayi yang di kandungannya, dengan dalil perkataan Allah Ta’ala: وَأُولَاتُ …
Pertanyaan:Mana yang lebih utama menyendiri atau tetap sabar dengan lingkungan yang banyak fitnahnya? Jazâkallâhu khairan wa Bârakallâhu fîk. Jawaban:Orang yang bersabar di lingkungan yang banyak fitnah dan banyak kerusakan itu lebih utama daripada dia menyendiri, berkata Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺨَﺎﻟِﻂُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻭﻳَﺼْﺒِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺫَﺍﻫُﻢْ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﻳُﺨَﺎﻟِﻂُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ، ﻭَﻻَ َﻳَﺼْﺒِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺫَﺍﻫُﻢْ “Orang beriman …
Pertanyaan:Kebanyakan ikhwan takutkan anak-anak dari pengaruh pergaulan di lingkungan tempat tinggal, dengan sebab itu mereka usahakan bisa mendekat ke markiz Sunnah. Yang mau ditanyakan di sini, bagaimana solusi bisa menjaga anak?. Apakah harus hijrah ke markiz Sunnah?. Adakah solusi selain harus mendekat ke markiz Sunnah?. Jawaban:Teringat dengan suatu atsar munqathi’ yang diriwayatkan oleh Malik dan Ahmad dari Yahya bin Sa’id, …
Semua kita pasti akan menghadapi berbagai masalah yang tentu mengharuskan kita untuk mencari solusi dan jalan keluarnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan bimbingan kepada kita: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ “Wahai orang-orang beriman minta tolonglah kalian kepada Allah dengan bersabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.” [Surat Al-Baqarah 153]. Khalilullah …
Dua perangai mulia bagi seorang mukmin:◽️ Jika dia memperoleh kesenangan maka dia bersyukur.◽️ Jika dia mendapatkan kesusahan maka dia bersabar.Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ “Luar biasa pada perkara seorang mukmin, sungguh seluruh perkaranya …
Tiga kalimat intisari hidup bermasyarakat: 1) Senantiasa bertakwa kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. 2) Menutup lembaran lama yang jelek dan membuka lembaran baru yang baik. 3). Tetap bergaul bersama manusia dengan akhlak yang mulia. Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحسنةَ تَمْحُهَا، وخَالقِ النَّاسَ بخُلُقٍ حَسَنٍ “Bertakwalah kamu kepada Allâh di mana saja kamu …