Pertanyaan:Apakah sekarang sudah ada cikal bakal kelompok terbaik yang Allâh lindungi dari Neraka yang akan memerangi Hindia?. Jawaban:Kita tidak dapat memastikan cikal bakal kelompok tersebut dimana dan dari mana saja, Wallâhu A’lam, karena itu termasuk dari perkara yang Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ rahasiakan, sebagaimana kelompok yang disebutkan itu termasuk pula dari perkara yang Allâh rahasiakan kapan kepastian tahun kemunculannya, sebagaimana …
Sebelum diutus Nûh ‘Alaihish Shalâtu was Salâm kita tidak ketahui ada bencana besar di muka bumi, padahal ketika itu sudah ada pelaku dosa besar, seorang anak Ãdam membunuh saudaranya, ini dosa besar yang terjadi ketika itu, Allâh belum mendatangkan bencana besar yang membinasakan negeri mereka. Tatkala muncul kesyirikan maka Allâh ‘Azza wa Jalla mulai mengutus Rasûl-Nya yang pertama yaitu Nûh …
“Yakinlah di saat kamu menyuarakan kebenaran pasti kamu akan digempur oleh banyak orang, kamu akan dipojokkan dan diterlantarkan. Tatkala kamu sudah tenang dan tenteram bersama kebenaran itu maka mereka yang melakukan penggempuran itu akan berserakan, akan berguguran dan akan saling tindih menindih.” [ Muhammad Al-Khidhir bin Salîm bin Syahdiah Al-Limborî ]. ⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6669
Pertanyaan:Pak Ustâdz kenalin saya, umur saya masih 21 tahun tapi saya sudah jadi tulang punggung keluarga, saya juga selalu percaya sama taqdîr Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ tentang jalannya hidup saya tapi yang saya bingung: Apakah ketika saya melakukan kesalahan atau maksiat itu salah satu taqdîr juga pak Ustâdz? Itu selalu mutar-mutar jawabannya di kepala saya Ustâdz. Terima kasih sebelumnya Ustâdz. …
Pertanyaan:Ustâdz, apa itu ta’yîn dalam pengkafiran dan contoh penerapannya? Jawaban: التَّعْيِينُ مَصْدَرُ عَيَّنَ، ومعناه التَّخْصِيصُ لِلشَّيْءِ مِن بَيْنِ أمثالِهِ “Ta’yîn adalah mashdar dari ‘ayyana, maknanya adalah pengkhususan terhadap suatu perkara di antara dari sekian perkara yang semisal dengannya.”Secara umumnya ta’yîn adalah penetapan atau penentuan hukum dengan terang dan jelas kepada orang tertentu yang melakukan suatu perbuatan. Jika diterapkan kepada orang …
Pertanyaan:Benarkah Syaikh, kalau ‘Ulamâ Saudi mereka orang-orang takfîrî, karena bermudah-mudahan menta’yin orang yang melakukan syirik akbar sebagai kâfir musyrik, sedangkan orang tadi masih shalat, sedangkan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Selama mereka masih shalat”?. Jawaban:Perkataan Nabî ‘Alaihish Shalâtu wa Salâm: لاَ مَا صَلَّوْا “Jangan kalian perangi mereka, selama mereka masih shalat.” Ini berlaku atas pelaku dosa besar bukan …
Pertanyaan:Izin bertanya Ustâdz Hafizhakallâh, bolehkah menta’yîn pelaku syirkul akbar kâfir murtad, jika zhahirnya melakukan kekufuran akbar, sementara Al-Qur’ãn telah sampai kepadanya, mendengarkan hadits-hadîts, hidup di tengah-tengah kaum Muslimîn, dia bukan muallaf yang baru masuk Islâm, dia bukan orang gila, dia sudah bâligh dan melakukannya tanpa paksaan. Mohon penjelasannya Ustâdz Hafizhakallâh. Jawaban:Boleh bagi yang memiliki burhân untuk menghukumi kâfir atau musyrik …
Santri:Ustâdz, apa itu manhaj?. Ustâdz:Manhaj adalah metode atau jalan yang jelas, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا “Bagi setiap umat di antara kalian, Kami telah jadikan syari’at (aturan) dan manhaj (jalan yang terang).” [Al-Mâ’idah: 48]. Santri:Apakah manhaj itu dapat dimaknakan aliran?. Ustâdz:Kalau aliran itu seolah-olah gambarannya hanya pada jalan atau metode yang dianggap menyimpang dan tergelincir, …
Pertanyaan:Apakah benar bahwa orang sudah mati bisa melihat dan mendengar orang-orang yang masih hidup?. Jawaban:Tidak ada dalîl dari Al-Qur’ãn dan As-Sunnah yang menjelaskan bahwa orang mati dapat melihat-lihat kepada orang yang masih hidup, sama saja orang mati itu di kubur atau tidak dikubur. Tidak ada dalîl menyebutkan bahwa yang mati dapat melihat-lihat orang yang masih hidup. Ada pendapat dari ‘aqlânî …
Pertanyaan:Izin bertanya Ustâdz, bolehkah kita mengkonsumsi daging qurbân yang dibagikan oleh kelompok orang yang beraliran tasawwuf shûfî?. Jawaban:Kalau para shûfî yang dimaksud adalah para shûfî yang tidak ghulûw, para shûfî yang hanya melakukan kebid’ahan dan tidak sampai melakukan kesyirikan dan juga mereka masih dikenal sebagai Ahlul kiblat yaitu mereka menjaga shalat lima waktu maka qurbân dan sesembelihan yang mereka bagikan …