Pertanyaan:Saya berwhudhû namun saya tidak membersihkan hidung dengan istinsyâq, saya membersihkan dengan jari, memasukkannya ke dalam hidung. Apakah sah wudhû saya?. Jawaban:Wudhûmu sah, karena hidung hanyalah bagian dari wajah, kecuali kalau tidak basuh wajah. Karena sungguh anggota wudhû yang wâjib hanya empat, yaitu:1) Membasuh wajah.2). Membasuh tangan dari ujung jari hingga siku.3). Mengusap kepala.4). Membasuh kaki sampai mata kaki.Sebagaimana yang …
Pertanyaan:Di Sûdân bertebaran para penganut Shûfî, orang-orang berkeyakinan dengan keyakinan-keyakinan batil bersama dengan penerimaan mereka. Akan tetapi sebagian ikhwah (saudara-saudara Muslim) mengatakan bahwa mereka diberi udzur karena kebodohan mereka?. Jawaban:Tidak, mereka tidak diberi udzur, Al-Qur’ãn ada, As-Sunnah ada di tengah-tengah kaum Muslimîn, wâjib bagi mereka untuk belajar. Barangsiapa melakukan kesyirikan maka dia kâfir, kecuali jika keberadaannya di negeri-negeri yang dakwah …
Pertanyaan:Semoga Allâh melimpahkan kebaikan kepada kalian wahai Syaikh yang mulia, ini seorang penanya berkata: Apa perkataan kalian terhadap seseorang dari kalangan orang-orang belakangan ini, yang dia menganggap bahwa takfîr mu’ayyan (pengkafiran secara nyata terhadap setiap orang) dari penyembah kuburan adalah masalah khilâfiyyah (perbedaan pendapat di kalangan ‘ulamâ). Karena dia menganggap bahwa mereka bukan orang-orang kâfir asli?. Jawaban:Ini adalah perkataan yang …
Pertanyaan:Saya melakukan mandi wâjib tapi saat saya ingin melaksanakan sunnah mengguyurkan badan bagian kanan tiga kali, saya tidak mengikuti sunnah itu malah saya melebihi dari tiga kali dan sebaliknya badan bagian kiri saya lebihkan dari tiga kali guyuran.Tolong Ustâdz penjelasannya, apakah sah mandi saya?. Jawaban:Mandi wâjibmu sah, yang penting sudah niat di dalam hati lalu mandi dengan menguyurkan air ke …
Pertanyaan:Ada yang mengatakan bahwa Abû Ahmad membuat pertanyaan dan jawab sendiri adalah kebiasaannya sendiri. Apa benar tuduhan ini?. Jawaban:Mereka yang mengatakan itu di dalam grup mereka “Al-Fawâid Adz-Dzahabiyyah” akan ditertawai oleh orang yang telah bertanya kepada kita, mereka berani membicarakan kita sesuai dengan sangkaan mereka: يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُمْ …
Pertanyaan : Wahai Ustâdz semoga Allâh melimpahkan kebaikan Anda. Apa yang Anda katakan terhadap Syaikhmu Abû Bilâl seorang pakar Nahwu yang berkata: “Kita memiliki berbagai kaidah yang akan kita jalani di atasnya, harus (dalam mengkâfirkan) memenuhi syarat-syarat dan menghilangkan pencegah-pencegah, bahwasanya tidak setiap orang terjatuh ke dalam kesirikan maka dia adalah musyrik dan tidak setiap orang yang terjatuh ke dalam …
Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana menanggapi pernyataan sebagian manusia yang menetapkan bahwa orang-orang yang mengkâfir-kâfirkan adalah khawârij atau takfîriyyûn?. Jawaban:Itu di antara upaya kaum murji’ah masa kini dalam menutupi hakekat mereka, dari 30 tahun yang lalu mereka teriak-teriak khawârij atas orang-orang yang mengkâfirkan, dengan tanpa mau tahu atau pura-pura tidak mau tahu atau bersengaja menutupi sebab-sebab pengkafiran. Padahal sangat jelas para ‘ulamâ telah …
Pertanyaan:“Dia menyamakan ancaman kesyirikan seperti ancaman pada dosa besar, bisa Allâh laksanakan ancamannya bisa tidak.” Tanggapannya Ustâdz?. Jawaban:Bagi pelaku syirik adalah terhapus amalan-amalannya, di saat dia melakukan kesyirikan maka seketika itu amalan-amalannya terhapus. Apabila dia mati dalam keadaan tidak bertaubat maka ancamannya dia kekal di dalam Neraka selama-lamanya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: إِنَّ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِینَ …
Pertanyaan:Di antara yang diucapkan Abû Fairûz: “Allah Ta’âlâ tidak mengatakan engkau langsung kâfir apabila engkau berbuat syirik, akan tetapi mengatakan amalanmu gugur, dan ini adalah ancaman, terkadang Allâh melaksanakan terkadang Allâh tidak melaksanakan. Thayyib, jadi ini bukan menjadi ta’yîn. Assalâmu’alaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh, wahai Syaikh, apakah benar apa yang telah dia ucapkan?. Jawaban:Wa’alaikumussalâm Warahmatullâhi Wabarakâtuh.Orang yang mengatakan dengan menafsîran ini, dia …
Pertanyaan:Ustâdz, ijin bertanya dengan dua pertanyaan saja:1). Benarkah bahwa pengkafiran ta’yîn (orang tertentu) harus orang yang dijuluki syaikh atau yang di’ulamâkan, kalau bukan yang di’ulamâkan maka ikuti saja yang di’ulamâkan, kalau tidak maka jadi takfîrî.2). Sudah pantaskah bagi kita memvonis hizbiyyûn atas suatu kelompok yang tidak mengkâfirkan orang berkedudukan yang nyata-nyata telah jatuh ke dalam kekafiran seperti mengolok-olok Al-Qur’ãn atau …